Three Pillars of Reiki
Indahnya merasakan Gassho Meditation, Reiji-Ho dan Chiryo dalam satu proses pemberian sesi Reiki.


THREE PILLARS OF REIKI
Proses dari satu sesi Reiki, apabila dijabarkan terdiri dari 3 hal utama atau yang sering disebut dengan Three Pillars of Reiki. Ketiga pilar tersebut adalah Gassho, Reiji-Ho dan Chiryo.
Gassho, pilar pertama, mempunyai arti menangkupkan kedua telapak tangan seperti pada posisi berdoa, yang dalam tradisi Buddha disebut mudra. Sering pula dikenal sebagai Gassho Meditation, apabila diartikan adalah mengekspresikan rasa bersyukur (Gratitude), respek dan proses harmonisasi dengan Higher Self ataupun Divine. Ini merupakan salah satu ungkapan untuk mengucap rasa syukur pada Universe yang mengijinkan praktisi Reiki melakukan healing menggunakan energi murni milikNya. Pada sesi Reiki, Gassho dilakukan di awal sebelum memulai proses healing dan juga di akhir sesi. Gassho membantu praktisi dalam proses grounding, memusatkan energy dan memfokuskan diri ketika masuk pada proses intensi dari sesi healing tersebut.
Reiji-Ho, pilar kedua, merupakan proses selanjutnya, awal dari mengalirnya atau bekerjanya Reiki, dimana praktisi harus mempersiapkan diri atau lebih tepatnya membuka diri dan meminta ijin pada pemilik energi serta Reiki Guide agar energi yang dialirkan melalui praktisi bertujuan untuk kesehatan/kebaikan penerima. Hal terpenting untuk memulai sesi Reiki, praktisi harus dapat mengesampingkan egonya ketika mengarahkan kemana aliran energi mengalir, mengasah intuisi dan proses ini merupakan proses letting go. Biarkan energi Reiki yang bekerja, karena energi tersebut lebih mengerti kemana harus mengalir. Reiji- ho adalah salah satu tehnik yang membantu praktisi untuk tune in dan mendengarkan intuisi mereka.
Chiryo, pilar ketiga, yaitu treatment yang merupakan bagian inti dari sesi Reiki. Para Praktisi baru, biasanya fokus pada bagian ini, mengikuti proses mekanis sentuhan tangan pada posisi yang telah ditentukan sesuai urutan posisi tangan dan percaya bahwa Reiki akan mengalir ke tempat yang membutuhkan energi tersebut. Tidak ada yang salah dalam proses treatment ini, kadang praktisi seperti mendapatkan intuisi untuk lebih lama di satu posisi tangan ataupun mengikuti energi tubuh penerima, yang disebut sebaga Byosen Scanning. Byosen merupakan satu indikasi kemana mengarahkan energi sesuai dengan kebutuhan tubuh penerima, yang bisa disebabkan karena adanya blokade pada area eterik ataupun area emosi seseorang atau dapat juga karena blokade yang terjadi karena masalah fisik/kesehatan seseorang.
Ketiga proses ini berjalan pada prakteknya sebagai satu urutan yang kadang tidak disadari per bagiannya oleh para praktisi, yang apabila diketahui maknanya, buat saya secara pribadi, makin memperkuat berjalannya suatu sesi. Gratitude di awal, sebagai rasa syukur dan permohonan ijin atas penggunaan energi milikNya, proses membuka diri untuk melakukan sesi dan kesadaran untuk dapat letting go/mengalir tanpa dipengaruhi ego dari praktisi serta diakhiri satu rasa syukur atas berakhirnya sesi.
Indahnya Reiki !
